Apa yang kita rasakan di penghujung tahun masehi ini? Bencana dimana mana, gunung kerakatau meletus, tsunami Banten dan Lampung selatan yang kita kenal gempa selat-sunda, banjir bandang, longsor dimana mana, konser kemaksiatan, hingga melupakan Allah sampai terseret bencana yang tak terduga duga?
Sahabat sekalian, sebenarnya jikalau kita menghayati fenomena-fenomena yang terjadi di negeri ini, memang tak ada habisnya. Bertubi tubi Tuhan mengirimkan peringatan kepada negeri kita ini yang disebabkan oleh bencana akhlak dan moral manusia.
Bagaimana tidak, zaman yang semakin maju, teknologi yang semakin canggih, dunia yang semakin mengkilat, ternyata sudah membuat manusia lupa, dan membawanya kepada sebuah kehancuran kebinasaan. Siapakah dalang dibalik semua ini?
Ketahuilah, tahun baru masehi kita kenal adalah tahun baru ideologi non muslim. Sebab ada satu keterangan yang mengatakan bahwa tahun baru masehi itu memperingati kelahiran Yesus Kristus. Sehingga jika umat muslim berkecimpung merayakannya, meniup terompet, menyalakan petasan sebagainya, berarti?
Baiklah kita tak perlu permasalahkan itu, yang harus kita benahi adalah pengetahuan kita. Karena kenapa banyak pemuda yang ikut merayakan "tahun baru"? Karena mereka tidak tahu pemahaman tentang Islam bahwa dalam Islam tidak boleh merayakan Tahun baru masehi.
Judul yang ambil diatas adalah salah satu topik hangat. Pergolakkan pemahaman umat Islam yang sudah tercampur aduk antara pemahaman yang membolehkan dan yang tidak, karena hari ini banyak sekali faham-faham yang mengatasnamakan Islam, namun tak sesuai dengan track dan perjalanan Islam yang utuh.
Hari ini banyak orang yang tak menyadari bahwa sebenarnya ia telah keluar dari tatanan Islam. Bahkan mereka telah terang terangan memproklamirkan bahwa masuk gereja sebenarnya tidak haram. Karena mereka kurang pemahamannya terhadap Islam, terlebih karena banyak rasukan-rasukan pemahaman barat yang masuk di pemikirannya.
Mungkin masih saja ada yang memelihara Ideologi animisme yang berkeyakinan roh roh nenek moyang terdahulu, dinamisme; yang berideologi percaya terhadap kekuatan-keuatan ghaib, sebenarnya itu dilarang dalam islam namun mereka tak menyadarinya.
Dari hal terkecil saja bila kita kaji aqidah islam secara detail, banyak hal hal yang kontradiktif terhadap apa yang sudah kita lakukan. Contoh kecilnya saja, misalnya kita tidak yakin besok makan atau tidak, seolah olah kita tidak percaya dengan kekuatan Allah swt.
Contoh lain misalnya, orang Islam yang tidak berdakwah karena dengan alasan; orang yang kita dakwahi takut tidak menerima, itu sama saja tidak percaya dengan kekuasaan Allah swt. Bila dikaitkan dengan aqidah Islam, tentu hal itu menjadi suatu yang kontradiktif.
Begitupun pemahaman kita merayakan "Tahun baru" non muslim, seolah olah kita punya "tuhan baru". Karena begini, suatu yang menyerupai eksistensi tuhan itu banyak macamnya, sama halnya dia meyakini adanya kekuatan selain kekuatan Allah.
Ketahuilah bahwa ada istilah "Arbab", artinya kita mengrobb-kan sesuatu, seolah olah ada tuhan selain Allah. Seperti halnya kita berkeyakinan ganda. Kepada agama kristen kita percaya adanya tuhan dan kepada agama islam juga percaya adanya tuhan. Sehingga ia tidak berkeyakinan bahwa Tuhan itu banyak.
Yang kedua "Andad" artinya adanya tandingan selain Allah. Kita meyakini adanya kekuasaan lain selain kekuasaan Allah. Sedangkan yang ketiga "Alihah" yang artinya bertuhan kepada selain Allah. Dan yang keempat "thogut" dimana kita berhukum diluar dari konsep dan sistem Al-Qur'an.
Dalam Islam, jangankan mempercayai adanya agama lain, kita menerima ada agama selain agama Islam, sama halnya kita percaya bahwa ada Tuhan lain kecuali Allah. Faham?
Makanya Nabi Ibrohim adalah "pembunuh tuhan" artinya membunuh patung-patung (yang dipertuhan) yang ada di sekelilingnya. Dengan kecerdikannya beliau mendakwahi rezim pada masanya. Alhasil, karena kecongkakan raja Namrud laknatullah, Nabi Ibrohim pun dibakar hidup hidup.
Kemudian apa korelasinya dengan merayakan "tahun baru masehi"? Menurut pemahaman Islam yang saya jabarkan sedikit diatas, seolah olah kita berprinsip ganda, seolah kita menerima adanya "tuhan baru" selain agama Allah.
Kemudian dalam sebuah hadist nabi Muhammad saw, bahwa dikatakan; barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka mereka seperti kaum itu sendiri.
So, berati orang yang arak-arakkan, meniupkan trompet, menyalakan petasan, dan tradisi yahudi lainnya, itu sama halnya menjadi bagian daripada mereka. Makanya umat Islam dianjurkan untuk memupuk keimanan dan pemahamanya dengan sebuah acara binaan atau majlis lainnya yang bisa menangkar pemahaman-pemahaman barat masuk ke kepala umat Islam.
Terakhir, kenapa setiap akhir tahun masehi banyak bencana? Karena sejatinya Allah tidak meridhoi adanya itu. Sehingga banyak gunung yang meledakkan perutnya, banjir, tsunami, angin puting beliung, dan lain sebagainya.
Bukan trompet yang harus kita tiup, bukan petasan yang kita nyalakan, tapi kita tiup segala dosa kita dengan muhasabah diri, introfeksi diri, memperbanyak Istigfar, dzikir dan mempernanyak amal sholeh.
Nyalakan oleh pemuda dan masyarakat Indonesia dalam beribadah yang lebih baik, senantiasa mengupgrade keimanannya sehingga kesholehan senantiasa terbentuk dalam ukhuwah Islamiyah.
Saya ingin berdoa, tolong amiinkan.
"Yaa Allah, angkatlah dari kami penyimpangan, malapetaka, zina, riba, gempa bumi, bencana dan segala cobaan yang buruk, baik yang nyata maupun yang tersembunyi dari negeri kami khususnya dan dari semua negeri kaum muslimin, dengan rahmat-Mu wahai Tuhanku yang maha penyayang." Aamiin yaa Robbalalamiin.
Penulis : Kang Asmud.